Perjalanan ke Sumatera Barat bersama keluarga menjadi salah satu pengalaman yang tidak akan saya lupakan kami berangkat dari Dumai menuju Sumbar menggunakan bus.
Kami berangkat dari Dumai pada sore hari. Sebelum berangkat, kami menyiapkan barang barang seperti pakaian, makanan ringan, dan minuman. Suasana terminal cukup ramai dengan para penumpang lain yang juga hendak bepergian ke luar kota.
Saat bus mulai berjalan, saya melihat pemandangan kota Dumai perlahan menjauh. Di dalam bus, suasananya cukup nyaman walaupun tidak terlalu luas. Saya memilih duduk dekat jendela agar bisa melihat pemandangan selama perjalanan.
Perjalanan Dumai ke Sumatera Barat memakan waktu cukup lama. Di sepanjang jalan, saya melihat banyak perkebunan sawit dan hutan yang hijau. Kadang-kadang bus berhenti di rumah makan untuk istirahat dan salat.
Ketika malam tiba, suasana di dalam bus menjadi lebih tenang. Lampu bus diredupkan dan banyak penumpang yang tertidur. Saya mencoba tidur, meskipun kadang terbangun karena jalan yang berkelok. Memasuki tengah malam, bus mulai melewati daerah perbatasan antara Riau dan Sumatera Barat. Udara yang tadinya terasa hangat perlahan berubah menjadi sejuk, bahkan cenderung dingin. Saya merapatkan jaket karena hembusan AC bus terasa semakin menusuk tulang, sementara di luar sana hanya ada kegelapan hutan dan sorot lampu bus yang membelah jalanan sepi.
Sekitar pukul tiga pagi, bus kami berhenti di sebuah rumah makan besar di pinggir jalan daerah Kelok Sembilan. Meskipun masih mengantuk, saya memutuskan untuk turun bersama keluarga untuk sekadar mencuci muka dan meregangkan otot yang kaku. Aroma kopi dan masakan Padang yang khas langsung menyapa indra penciuman kami, membuat suasana subuh itu terasa lebih hidup.
Setelah beristirahat sejenak, perjalanan dilanjutkan. Kini jalannya semakin menantang dengan tikungan yang tajam dan tanjakan yang curam. Saya sangat kagum dengan keahlian sopir bus yang begitu tenang mengendalikan kendaraan besar ini di jalur yang sempit. Dari balik jendela, saya melihat tebing-tebing tinggi yang samar mulai terlihat karena fajar mulai menyingsing.
Saat matahari mulai terbit, pemandangan berganti menjadi hamparan sawah yang hijau dengan latar belakang pegunungan yang megah. Kami melewati daerah Payakumbuh yang udaranya sangat segar. Rasanya segala kelelahan selama perjalanan semalaman langsung terbayar begitu melihat keindahan alam Sumatera Barat yang begitu asri dan terjaga.
Tak lama kemudian, kami mulai memasuki kota Bukittinggi. Dari kejauhan, saya bisa melihat Jam Gadang yang menjadi ikon kota tersebut. Jalanan di Bukittinggi cukup ramai pagi itu, banyak pedagang yang mulai membuka toko dan orang-orang yang berolahraga pagi. Suasana kota yang tertata rapi dan dikelilingi perbukitan membuat saya semakin tidak sabar untuk segera sampai di tujuan.
Kami menyempatkan diri untuk singgah sebentar di rumah saudara yang tinggal di sana. Kami disambut dengan sangat hangat dan disuguhi sarapan katupek gulai paku yang sangat lezat. Rasa pedas dan gurihnya benar-benar membangkitkan semangat kami kembali setelah menempuh perjalanan jauh dari Dumai.
Setelah puas berbincang dan beristirahat, kami melanjutkan perjalanan menuju destinasi wisata lainnya di Sumatera Barat. Kami mengunjungi Lembah Harau yang pemandangannya mirip dengan lukisan. Tebing-tebing granit setinggi ratusan meter berdiri tegak seolah-olah memagari lembah yang subur tersebut. Saya tidak berhenti mengambil foto untuk mengabadikan momen ini.
Sepanjang sisa hari itu, kami menghabiskan waktu dengan berkeliling dan menikmati kuliner khas setempat. Meskipun badan terasa cukup lelah, rasa bahagia bisa berkumpul bersama keluarga di tempat seindah ini jauh lebih besar. Perjalanan ini bukan sekadar berpindah tempat, tapi tentang menikmati setiap proses dan pemandangan yang tersaji di depan mata.
Akhirnya, perjalanan ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi saya. Saya belajar tentang kesabaran dalam perjalanan jauh dan betapa indahnya keberagaman alam Indonesia. Perjalanan dari Dumai ke Sumatera Barat ini akan selalu tersimpan rapi dalam ingatan saya sebagai salah satu liburan keluarga yang paling berkesan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar